
Wuhan (Hanzi: 武漢) adalah ibu kota provinsi Hubei, Tiongkok. Kota ini adalah kota terpadat penduduknya di bagian pusat Tiongkok. Penduduknya berjumlah 9.100.000 jiwa (2006). Ia juga telah memiliki jalur metro yang menghubungkan beberapa tempat di wilayah kota Hankou.
Wuhan masa kini merupakan gabungan dari tiga kota yang berdekatan dan terletak di lembah Sungai Yangtze. Wilayah kota Wuchang dan Hanyang merupakan dua kota yang pertama bergabung dan memiliki benteng pertahanan bersama. Kota lain yang kemudian bergabung adalah Hankou.
Pada tahun 1920-an, Wuhan pernah menjadi ibu kota pemerintah Kuomintang yang dipimpin Wang Jingwei sebagai lawan dari Chiang Kai-shek.
Wuhan memiliki dua lembaga pertanian terkemuka di Tiongkok: Universitas Pertanian Huazhong dan Lembaga Penelitian Tanaman Minyak dari Akademi Ilmu-ilmu Pertanian Tiongkok.
Pada Desember 2019, Wuhan dikenal karena wabah nCov, yang memiliki gejala seperti SARS. Virus ini dijuluki Virus Wuhan karena infeksi awal virus tersebut berawal dari kota ini.[16] Pada Januari 2020, dilaporkan bahwa otoritas Tiongkok mengisolasi kota dengan tujuan “memperlambat wabah” koronavirus. Usaha mengarantina kota ini berpengaruh pada aktivitas transportasi darat maupun udara.[17]
Daftar isi
Etimologi[sunting | sunting sumber]
| Wuhan | |
|---|---|
| Aksara yang disederhanakan (atas) dan Aksara tradisional (bawah) | |
| Hanzi sederhana: | 武汉 |
| Hanzi tradisional: | 武漢 |
| Makna literal: | “[Penggabungan kota] Wǔ[chāng] dan Hàn[kǒu]” |
| KembangkanAlih aksara |
Nama “Wuhan” adalah sebuah portmanteau dari dua kota besar yang ada di bagian utara dan selatan Sungai Yangtze yang membentuk metropolitan Wuhan: “Wu” merujuk pada nama kota Wuchang (Hanzi: 武昌), yang berada di tepi sungai bagian selatan, sedangkan “Han” diambil dari nama Kota Hankou (Hanzi: 汉口), yang terletak di utara.
Pada 1926, Ekspedisi Utara mencapai kawasan Wuhan dan memutuskan untuk menggabungkan Hankou, Wuchang dan Hanyang menjadi satu kota untuk membentuk ibu kota baru untuk Pemerintahan Nasionalis Tiongkok. Pada 1 Januari 1927,[18] kota ini resmi menyandang nama ‘武漢‘ (aksara tradisional untuk ‘Wuhan’), yang kemudian disederhanakan menjadi ‘武汉’ (juga berbunyi ‘Wuhan’).[19][20][21]
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Sejarah Wuhan
Pra-sejarah[sunting | sunting sumber]
Dalam periodeisasi sejarah selama lebih dari 3.500 tahun, Wuhan adalah salah satu kota terkuno dengan penduduk terpadat di Tiongkok. Panlongcheng, sebuah situs arkeologi yang berhubungan dengan Kebudayaan Erligang (kira-kira 1510 – 1460 SM) (jarang dihuni selama periode Erlitou yang terjadi sebelum Erligang), terletak di kawasan yang kini menjadi Distrik Huangpi.
Selama masa Zhou Barat, Negara E, yang memberi nama karakter tunggal pada Provinsi Hubei, menguasai apa yang kini menjadi daerah Wuchang di selatan Sungai Yangtze. Setelah penaklukan Negara E pada 863 SM, daerah yang kini menjadi Wuhan ini dikuasai oleh Negara Chu dalam sisa masa Zhou Barat dan Zhou Timur.
